Sungguh, betapa banyak kebaikan yang bertaburan di bulan Ramadhan.
Hendaklah setiap Muslim berlomba- lomba meraih kebaikan-kebaikan
tersebut dengan cara melaksanakan berbagai amal shaleh, yang wajib
maupun yang sunnah. Pada bulan Ramadhan, satu amalan wajib nilainya sama
dengan tujuh puluh amalan wajib di luar bulan Ramadhan. Dan satu amalan
sunnah nilainya sama dengan satu amalan wajib di luar bulan Ramadhan.
"Nabi Saw menyampaikan kabar gembira kepada para sahabatnya, beliau bersabda, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa padanya. Di bulan itu, dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang terhalangi dari kebaikan yang ada padanya, berarti ia benar-benar terhalangi dari kebaikan." (Hadits shahih, riwayat Ahmad dan An-Nasai, dari Abi Hurairah).
Setiap perbuatan baik yang dilakukan seorang Muslim akan diberi balasan pahala dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali ibadah puasa. Ibadah puasa itu untuk Allah, dan Allah yang akan membalasnya. Orang yang berpuasa itu telah meninggalkan makan, minum dan syahwat-rya demi Allah semata. Dan bagi orang yang berpuasa akan diberkan dua kegembiraan, yaitu kegembiraan pada saat berbuka, dan kegembiraan ketika kelak ia berjumpa dengan Tuhannya. Juga bau mulut orang yang berpuasa, di sisi Allah, lebih harum dari minyak wangi kasturi. (Berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari- Muslim).
Pada bulan Ramadhan, Allah Swt menganugerahi kaum Muslim dengan lima keutamaan, yang tidak
diberikan kepada umat sebelum umat Nabi Muhammad Saw ini, yaitu:
"Nabi Saw menyampaikan kabar gembira kepada para sahabatnya, beliau bersabda, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa padanya. Di bulan itu, dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang terhalangi dari kebaikan yang ada padanya, berarti ia benar-benar terhalangi dari kebaikan." (Hadits shahih, riwayat Ahmad dan An-Nasai, dari Abi Hurairah).
Setiap perbuatan baik yang dilakukan seorang Muslim akan diberi balasan pahala dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali ibadah puasa. Ibadah puasa itu untuk Allah, dan Allah yang akan membalasnya. Orang yang berpuasa itu telah meninggalkan makan, minum dan syahwat-rya demi Allah semata. Dan bagi orang yang berpuasa akan diberkan dua kegembiraan, yaitu kegembiraan pada saat berbuka, dan kegembiraan ketika kelak ia berjumpa dengan Tuhannya. Juga bau mulut orang yang berpuasa, di sisi Allah, lebih harum dari minyak wangi kasturi. (Berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari- Muslim).
Pada bulan Ramadhan, Allah Swt menganugerahi kaum Muslim dengan lima keutamaan, yang tidak
diberikan kepada umat sebelum umat Nabi Muhammad Saw ini, yaitu:
- Pada malam pertama bulan Ramadhan, Allah Swt memandang dengan pandangan rahmat kepada mereka, dan siapa yang selalu dipandang oleh Allah, maka ia tidak akan disiksa selama-lamanya.
- Bahwa bau mulut mereka yang sedang berpuasa, yang tercium, maka bau itu di sisi Allah, lebih wangi dibandingkan minyak wangi kasturi.
- Orang-orang yang berpuasa mendapatkan per¬mohonan ampunan oleh para malaikat, setiap siang dan malam.
- Allah Swt memerintahkan kepada surga-Nya seraya berfirman, "Bersiap dan berhiaslah untuk hamba- hamba-Ku, yang beristirahat sejenak dari kesibukan duniawi, demi menuju kepada-Ku dan Kemuliaan- Ku. "
- Pada akhir Ramadhan, Allah Swt mengampuni dosa- dosa mereka semuanya.
Keterangan di atas, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Baihaqi, dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ’anhu.
Rasulullah Saw berkhutbah pada akhir bulan Sya’ban, tentang keagungan bulan Ramadhan. Isi khutbah beliau sebagai berikut:
"Haisekalian manusia. Telah tiba kepadamu bulan yang agung dan penuh
keberkahan. Bulan yang terdapat di dalamnya lailah al-qadar, yang lebih
baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah wajibkan kepada hamba-Nya agar
berpuasa di dalamnya, dan Dia menjadikan shalat malam sebagai sunnah.
Maka siapa yang mengerjakan amalan yang sunnah pada bulan itu, maka
nilainya sama dengan orang yang melaksanakan amalan wajib pada bulan
lain. Dan siapa yang mengerjakan amalan wajib pada bulan itu, maka
nilainya sama dengan tujuh puluh amalan wajib pada bulan lain. Ramadhan
adalah bulan sabar; dan pahala sabaradalah surga. Ramadhan adalah bulan
bantuan dan pertolongan.
Ramadhan adalah bulan yang ditambahkan padanya rezeki orang beriman.
Siapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka ia
mendapatkan pahala bagaikan memerdekakan budak, dan menjadi pengampunan
atas dosa-dosanya.
Ada sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, tidak semua orang memiliki
makanan untuk memberikan buka puasa, bagi orang yang berpuasa."
Rasulullah bersabda, "Allah memberi pahala bagi orang yang memberikan
buka puasa, walau seteguk susu, atau sebiji kurma, atau segelas air.
Siapa yang mengenyangkan orang yang berpuasa, maka dosa-dosanya
diampuni, maka kelak ia akan diberi minum dari telagaku, minuman yang
tidak akan membuatnya haus, hingga ia dimasukkan ke surga. Dan ia
mendapatkan pahala, seperti pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi
pahala orang yang berpuasa sedikitpun. Dan bulan Ramadhan ini,
permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya
adalah pembebasan dari api neraka.
Dan siapa yang meringankan (beban kerja) budaknya, maka Allah akan memerdekakannya dari api neraka.
(Hadits diriwayatkan dari Salman Al-Farisi, dikutip dari kitab Tanbieh al-Ghafilien, Al-Faqih Abu Al-Laits As- Samarqandi).
Diriwayatkan bahwa malaikat Jibril mendatangi Rasulullah Saw, lalu
menyampaikan kepada Rasulullah Saw, "Hai Muhammad, siapa yang jika
disebut namamu di hadapannya, dan ia tidak bershalawat kepadamu kemudian
ia meninggal dunia, maka Allah tidak akan mengampuni dosanya, dan ia
akan masuk neraka, dan Allah akan menjauhinya." Maka Rasulullah Saw
mengucapkan, "Aamien."
dan syahwatnya pada siang hari, maka perkenankan aku memberi syafaat untuknya.’ Kemudian Al-Qur’an berkata, ’Tuhan,
Engkau telah melarang hamba-Mu tidur pada malam hari, dan ia memilih
untuk membacaku, ia menahan kantuk demi aku, maka perkenankanlah aku
memberi syafaat untuknya.’ Maka puasa dan Al-Qur’an pun diperkenankan
untuk memberi syafaat." (Hadits shahih, riwayat Imam Ahmad).
by:widodo16
Makasih infonya kak
BalasHapus